Senin, 31 Maret 2014

Teknologi Jaringan Komunikasi data dan Media Transmisi

I.                                                     Media Transmisi


a.            Pengertian
Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
b.            Sejarah

-          Sebelum ada listrik

Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa interaksi dengan sesamanya, demikian pula halnya dg pemenuhan kebutuhan hidupnya yang sangat beragam, secara normal barulah akan terpenuhi dengan bantuan orang lain. Untuk itu mau tidak mau manusia membutuhkan komunikasi satu sama lain.

Pada awal-awal kehidupan dimana jumlah manusia relatif kecil, komunikasi antar sesama dapat dilaksanakan secara langsung, akan tetapi setelah jumlah manusia bertambah besar sebaha-gian dari mereka mulai berpindah dan menyebar membentuk kelompok /  komunitas baru yang bisa berupa desa/kampung/koloni.


Komunikasi antar desa/kampung/koloni yang relatif berjauhan tidak lagi dapat dilaksanakan secara langsung, sehingga timbul inisiatif menggunakan alat bantu seperti genderang di Afrika ataupun asap yang digunakan oleh orang Indian di benua Amerika. 

-          Setelah Ada Listrik 
Alat bantu komunikasi selanjutnya berkembang dengan pesat setelah penemuan dan pemanfaatan listrik dalam komuniksi, dan disini dapat dikemukakan kemunculan awal beberapa bentuk/jenis alat ujung komunikasi , yang selanjutnya dicatat sebagai tonggak-tonggak perkembngan sejarah pertelekomunikasian, yakni:

Telegrap             :  1832
Telepon              :  1875
Radio                 :  1897
Televisi               :  1937




Telegrap
Sifat-sifat khusus komunikasi telegrap:
1.    Informasi berupa tulisan
2.    Emosi tidak ikut terkirim
3.    Media transmisi berupa saluran fisis sehingga komunikasi bersifat: “point to point “
4.    Termasuk kedalam kelompok  “Fixed Communication” 
Telepon

Untuk dapat berkomunikasi satu sama lain maka masing-masing pelanggan K,L,M dan N sesuai permintaannya akan dihubungkan oleh alatswitching yang ada disentral disentral.
Sifat-sifat khusus komunikasi telepon:
1.    Informasi berupa suara, berarti meningkatkan kemampuan panca indera telinga
2.    Emosi ikut terkirim
3.    Media transmisi berupa saluran fisis sehingga komunikasi bersifat : point to point”
4.    Termasuk kedalam kelompok “Fixed Communication”

Radio


Sifat-sifat khusus komunikasi radio:
1.      Informasi berupa suara, berarti meningkatkan kemampuan panca indera telinga
2.      Emosi ikut terkirim
3.      Media transmisi berupa saluran non-fisis
4.      Komunikasi dapat berlangsung “point to multipoint” dan termasuk kedalam kelompok  “Mobile Communication”

Televisi

Komunikasi TV mempunyai bagan yang sama dengan komunikasi radio, perbedaannya hanya pada sifat khususnya, yakni:
1.      Informasi berupa suara dan gambar, berarti meningkatkan kemampuan panca indera telinga dan mata
2.      Emosi ikut terkirim
3.      Media transmisi berupa saluran non-fisis
4.      Komunikasi dapat berlangsung “point to multipoint” dan termasuk kedalam kelompok  “Mobile Communication”

Selanjutnya perkembangan alat ujung komunikasi untuk sementara terhenti, orientasi perngembangan beralih kepada medianya baik dalam bentuk media fisis (mis:fiber optik) maupun media non-fisis (gelombang mikro terestrial dan satelit). Komputer berikutnya hadir sebagai hasil pengembangan alat ujung dalam dalam komunikasi data.

c.             Jenis Media Transmisi Nirkabel

·         Media Transmisi Unguided
Media transmisi unguided atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang dan bisa juga disebut komunikasi tanpa kabel yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik seperti kabel atau serat fisik. Untuk media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai dengan menggunakan antena. Untuk transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik ke medium melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang elektromagnetik dari medium sekitarnya.
Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, Bluetooth, infrared dan wireless.

a.      Gelombang mikro (Microwave)

Gelombang mikro merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP).
Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.
Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
:: Terrestrial Microwave
Teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terrestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antena parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
:: Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.


b.      Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi tanpa kabel yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping transceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Dari sini dapat disimpulkan bahwa jangkauan pengiriman data menggunakan bluetooth memiliki jarak yang lumayan pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah jika dibanding dengan frekuensi radio.
Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.

c.       Infrared
Dalam kehidupan sehari-hari sinar infrared atau inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.
d.      Wireless
 Karakteristik Transmisi Wireless
ü  Menggunakan sebuah media antena dalam mengirim dan menerima sinyal elektromagnetik
ü   Rentan intereferensi
ü  Umumnya menggunakan 2 GHz – 40 Ghz
ü  Point to point, point to multi point, access point
ü  Semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin besar potensial
ü  Bandwidth dan rate datanya namun semakin pendek jaraknya
Keunggulan Wireless
ü  Wireless lebih nyaman untuk penggunaan piranti mobile
ü  User menggunakan banyak koneksi di berbagai tempat
ü  Admin jaringan lebih mudah mengantur jaringan (tidak perlu pasang kabel atau melubangi tembok)
ü  Sederhananya kita bisa menggunakan laptop untuk koneksi internet di kampus, hotel, rumah makan dengan cukup menyalakan fasilitas wireless.

Aplikasi Transmisi Wireless

·         Access Role
·         Network Ekstention
·         Building to building Connectivity
·         Last Mile Data Delivery
·         Mobility           
·         Small Office Home Office
·         Mobile Office

Media Piranti Wireless
.           Access point
Digunakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server. Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet
.           Antenna
            Digunakan untuk mengkonversi signal high frekuensi (RF) dalam transmisinya sebagai
            gelombang di udara. Tipe antena akan menentukan pola radiasi gelombang seperti
            omnidirectional, bidirectional, atau unidirectional. 


e.       NFC
Near Field Communication (NFC) adalah salah satu teknologi konektivitas wireless jarak dekat yang memungkin interaksi dua arah antar perangkat elektronik yang lebih aman dan simple. NFC juga memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi secara contactless, mengakses konten digital dan melakukan koneksi dengan perangkat elektronik hanya dengan satu sentuhan.






SUMBER REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
 http://sudoapt-getcold.blogspot.com/2011/10/media-transmisi-wireless.html
http://aniswijayabawon.blogspot.com/2013/06/makalah-nfc-pengertian-sejarah-lengkap.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar