I.
Media Transmisi
a.
Pengertian
Media
transmisi adalah media yang menghubungkan
antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang
jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat,
dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk
diubah kembali menjadi data.
b.
Sejarah
-
Sebelum
ada listrik
Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri
tanpa interaksi dengan sesamanya, demikian pula halnya dg pemenuhan kebutuhan
hidupnya yang sangat beragam, secara normal barulah akan terpenuhi dengan
bantuan orang lain. Untuk itu mau tidak mau manusia membutuhkan komunikasi satu
sama lain.
Pada awal-awal kehidupan dimana jumlah manusia relatif
kecil, komunikasi antar sesama dapat dilaksanakan secara langsung, akan tetapi
setelah jumlah manusia bertambah besar sebaha-gian dari mereka mulai berpindah
dan menyebar membentuk kelompok / komunitas baru yang bisa berupa
desa/kampung/koloni.
Komunikasi antar desa/kampung/koloni yang relatif berjauhan
tidak lagi dapat dilaksanakan secara langsung, sehingga timbul inisiatif
menggunakan alat bantu seperti genderang di Afrika ataupun asap yang digunakan
oleh orang Indian di benua Amerika.
-
Setelah
Ada Listrik
Alat bantu komunikasi selanjutnya berkembang dengan pesat
setelah penemuan dan pemanfaatan listrik dalam komuniksi, dan disini dapat
dikemukakan kemunculan awal beberapa bentuk/jenis alat ujung komunikasi , yang
selanjutnya dicatat sebagai tonggak-tonggak perkembngan sejarah
pertelekomunikasian, yakni:
Telegrap : 1832
Telepon : 1875
Radio : 1897
Televisi :
1937
Telegrap
Sifat-sifat khusus komunikasi telegrap:
1. Informasi berupa tulisan
2. Emosi tidak ikut terkirim
3. Media transmisi berupa saluran fisis
sehingga komunikasi bersifat: “point to point “
4. Termasuk kedalam kelompok “Fixed
Communication”
Telepon
Untuk dapat berkomunikasi satu sama lain maka masing-masing
pelanggan K,L,M dan N sesuai permintaannya akan dihubungkan oleh alatswitching
yang ada disentral disentral.
Sifat-sifat khusus komunikasi telepon:
1. Informasi berupa suara, berarti
meningkatkan kemampuan panca indera telinga
2. Emosi ikut terkirim
3. Media transmisi berupa saluran fisis
sehingga komunikasi bersifat : point to point”
4. Termasuk kedalam kelompok “Fixed
Communication”
Radio
Sifat-sifat khusus komunikasi radio:
1. Informasi berupa suara, berarti meningkatkan
kemampuan panca indera telinga
2. Emosi ikut terkirim
3. Media transmisi berupa saluran non-fisis
4. Komunikasi dapat berlangsung “point to
multipoint” dan termasuk kedalam kelompok “Mobile Communication”
Televisi
Komunikasi TV mempunyai bagan yang
sama dengan komunikasi radio, perbedaannya hanya pada sifat khususnya, yakni:
1. Informasi berupa suara dan gambar, berarti
meningkatkan kemampuan panca indera telinga dan mata
2. Emosi ikut terkirim
3. Media transmisi berupa saluran non-fisis
4. Komunikasi dapat berlangsung “point to
multipoint” dan termasuk kedalam kelompok “Mobile Communication”
Selanjutnya perkembangan alat ujung
komunikasi untuk sementara terhenti, orientasi perngembangan beralih kepada
medianya baik dalam bentuk media fisis (mis:fiber optik) maupun media non-fisis
(gelombang mikro terestrial dan satelit). Komputer berikutnya hadir sebagai
hasil pengembangan alat ujung dalam dalam komunikasi data.
c.
Jenis Media Transmisi Nirkabel
·
Media Transmisi Unguided
Media
transmisi unguided atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang
menggunakan sistem gelombang dan bisa
juga disebut komunikasi tanpa kabel yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik
tanpa menggunakan konduktor secara fisik seperti kabel atau serat fisik. Untuk
media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai dengan
menggunakan antena. Untuk transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik
ke medium melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus) dan untuk penerimaan,
antena mengambil gelombang elektromagnetik dari medium sekitarnya.
Contoh
sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, Bluetooth, infrared dan
wireless.
a. Gelombang mikro (Microwave)
Gelombang mikro merupakan bentuk gelombang
radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi yang meliputi kawasan UHF, SHF dan
EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN,
warnet dan penyedia layanan internet (ISP).
Keuntungan menggunakan gelombang mikro
adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah
data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi
tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
Kelemahan gelombang mikro
adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.
Terdapat
dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
:: Terrestrial
Microwave
Teknik
Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di
bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah
salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terrestrial. Untuk
mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antena parabola yang
menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya.
Sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar.
Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya
beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
:: Satellite Microwave
Pada
teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai
relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk
berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali
sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang
dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay,
maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya
tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu
sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan
kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat
propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini
beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.
b.
Bluetooth
Bluetooth
adalah sebuah teknologi komunikasi tanpa kabel yang beroperasi dalam frekuensi
2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah
frequency hopping transceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data
dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan
layanan yang terbatas. Dari sini dapat disimpulkan bahwa jangkauan pengiriman
data menggunakan bluetooth memiliki jarak yang lumayan pendek dan kemampuan
transfer data yang lebih rendah jika dibanding dengan frekuensi radio.
Pada
dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan
penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu
menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang
relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan,
mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
c. Infrared
Dalam
kehidupan sehari-hari sinar infrared atau inframerah digunakan pada remote
televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar
inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan
nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan
data-data.
d.
Wireless
Karakteristik
Transmisi Wireless
ü Menggunakan
sebuah media antena dalam mengirim dan menerima sinyal elektromagnetik
ü Rentan
intereferensi
ü Umumnya
menggunakan 2 GHz – 40 Ghz
ü Point
to point, point to multi point, access point
ü Semakin
tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin besar potensial
ü Bandwidth
dan rate datanya namun semakin pendek jaraknya
Keunggulan Wireless
ü Wireless
lebih nyaman untuk penggunaan piranti mobile
ü User
menggunakan banyak koneksi di berbagai tempat
ü Admin
jaringan lebih mudah mengantur jaringan (tidak perlu pasang kabel atau
melubangi tembok)
ü Sederhananya
kita bisa menggunakan laptop untuk koneksi internet di kampus, hotel, rumah
makan dengan cukup menyalakan fasilitas wireless.
Aplikasi Transmisi
Wireless
· Access
Role
· Network
Ekstention
· Building
to building Connectivity
· Last
Mile Data Delivery
· Mobility
· Small
Office Home Office
· Mobile
Office
Media
Piranti Wireless
. Access
point
Digunakan untuk
melakukan pengaturan lalu lintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel
atau dari backbone jaringan wireless client/server. Biasanya berbentuk kotak
kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa
receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband
ethernet
. Antenna
Digunakan untuk mengkonversi signal high frekuensi (RF) dalam transmisinya
sebagai
gelombang di udara. Tipe antena akan menentukan pola radiasi gelombang seperti
omnidirectional, bidirectional, atau unidirectional.
e.
NFC
Near Field Communication (NFC) adalah
salah satu teknologi konektivitas wireless jarak dekat yang memungkin interaksi
dua arah antar perangkat elektronik yang lebih aman dan simple. NFC juga
memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi secara contactless,
mengakses konten digital dan melakukan koneksi dengan perangkat elektronik
hanya dengan satu sentuhan.
SUMBER
REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
http://sudoapt-getcold.blogspot.com/2011/10/media-transmisi-wireless.html
http://aniswijayabawon.blogspot.com/2013/06/makalah-nfc-pengertian-sejarah-lengkap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar